Berbicara masalah kampus tentunya
tidak terlepas dari hiruk piuk kegiatan mahasiswa di samping ngampus, seminar,
penelitian, praktikum, ad pula organisasi, , UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa),
demo dan lain sebagainya.
Terlepas dari semua itu ada satu
lagi kegiatan yang paling urgent (penting) bagi mahasiswa pada umumnya yaitu
‘’DISKUSI”. Diskusi dalam artian disini yaitu kajian atau lebih familiar kita
sebut belajar kelompok di luar jam kuliah untuk membahas mata kuliah yang sudah
atau yang akan dipelajari pada kuliah selanjutnya agar terwujud pemahaman
bersama atau dalam kamus Ilmu Komunikasi disebut frame of reference.
Menurut saya,
budaya diskusi yang efektif, teratur, terarah serta terjadwal hanya terjadi
pada musim – musim OPAK (orientasi pengenalan akademik , yang di kampus –kampus
lain di sebut OSPEK). Karena pada musim inilah mahasiswa terlihat aktif dan
menikmati diskusi. Dan bagi senior adanya rasa tanggung jawab tinggi untuk
membina, mendidik serta mengajarkan pentingnya berdiskusi . Namun pasca OPAK,
terjadi normalisasi seakan – akan diskusi hanya sebagai ajang ritual pada waktu
OPAK saja.
Melalui
wawancara dengan wakil ketua Amik-Stmik parna raya manado bahwasan nya dulu kampus Amik-Stmik parna
raya manado terkenal dengan nama kampus orange., “istilah mahasiswa”
“ mahasiswa Stmik parna raya aktif
melakukan diskusi – diskusi , adapun waktunya tergantung schedule masing
–masing kelompok. Hampir setiap hari seluruh area kampus ramai dipenuhi
kelompok –kelompok yang sedang berdiskusi. Namun semakin kesini budaya diskusi
ini semakin terkikis . Kecuali dalam lingkup organisasi yang selalu mempertahan
kan tradisi tersebut. Terakhir saya merasakan suasana diskusi pada tahun 2009
selanjutnya masih ada beberapa , namun kisaran tahun 2010 - 2012 sudah sangat
jarang bahkan tidak ada sama sekali. Saya berharap budaya diskusi itu
dihidupkan lagi supaya mahasiswa tidak terkesan monoton (hanya menerima merujuk
dosen tanpa mencari pengetahuan yang lebih luas)”. Tutur nya
Dari beberapa uraian tersebut
tentunya bisa menjadi pelajaran sekaligus refleksi bagi seluruh masyarakat Amik-Stmik parna raya manado terutama mahasiswa indonesia yang sadar akan penting
nya berdiskusi serta memanfaatkan dengan sebaik – baik nya waktu luang yang
banyak terbuang sia – sia dengan menghidupkan kembali budaya diskusi di awali dari
kesadaran diri sendiri dengan mulai mengumpulkan sejumlah kelompok –kelompok
kecil, missalnya teman dekat atau dengan teman sekelas untuk melakukan diskusi
seminggu sekali atau menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Agar suasana diskusi
kampus ini mulai hidup kembali karena bisa dikatakan sampai saat ini diskusi
kampus sudah punah karena hampir tidak ditemui lagi kegiatan seperti itu.
Selamat mencoba . :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar