Laman

Minggu, 18 November 2012

Melemahnya Tradisi “Diskusi“ Membuat Kampus Stmik parna raya manado Kehilangan Identitasnya


Berbicara masalah kampus tentunya tidak terlepas dari hiruk piuk kegiatan mahasiswa di samping ngampus, seminar, penelitian, praktikum, ad pula organisasi, , UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), demo dan lain sebagainya.
Terlepas dari semua itu ada satu lagi kegiatan yang paling urgent (penting) bagi mahasiswa pada umumnya yaitu ‘’DISKUSI”. Diskusi dalam artian disini yaitu kajian atau lebih familiar kita sebut belajar kelompok di luar jam kuliah untuk membahas mata kuliah yang sudah atau yang akan dipelajari pada kuliah selanjutnya agar terwujud pemahaman bersama atau dalam kamus Ilmu Komunikasi disebut frame of reference.
Menurut saya, budaya diskusi yang efektif, teratur, terarah serta terjadwal hanya terjadi pada musim – musim OPAK (orientasi pengenalan akademik , yang di kampus –kampus lain di sebut OSPEK). Karena pada musim inilah mahasiswa terlihat aktif dan menikmati diskusi. Dan bagi senior adanya rasa tanggung jawab tinggi untuk membina, mendidik serta mengajarkan pentingnya berdiskusi . Namun pasca OPAK, terjadi normalisasi seakan – akan diskusi hanya sebagai ajang ritual pada waktu OPAK saja.
Melalui wawancara dengan wakil ketua Amik-Stmik parna raya manado bahwasan nya dulu kampus Amik-Stmik parna raya manado terkenal dengan nama kampus orange.,  “istilah mahasiswa”
“ mahasiswa Stmik parna raya aktif melakukan diskusi – diskusi , adapun waktunya tergantung schedule masing –masing kelompok. Hampir setiap hari seluruh area kampus ramai dipenuhi kelompok –kelompok yang sedang berdiskusi. Namun semakin kesini budaya diskusi ini semakin terkikis . Kecuali dalam lingkup organisasi yang selalu mempertahan kan tradisi tersebut. Terakhir saya merasakan suasana diskusi pada tahun 2009 selanjutnya masih ada beberapa , namun kisaran tahun 2010 - 2012 sudah sangat jarang bahkan tidak ada sama sekali. Saya berharap budaya diskusi itu dihidupkan lagi supaya mahasiswa tidak terkesan monoton (hanya menerima merujuk dosen tanpa mencari pengetahuan yang lebih luas)”. Tutur nya
Dari beberapa uraian tersebut tentunya bisa menjadi pelajaran sekaligus refleksi bagi seluruh masyarakat Amik-Stmik parna raya manado terutama mahasiswa indonesia yang sadar akan penting nya berdiskusi serta memanfaatkan dengan sebaik – baik nya waktu luang yang banyak terbuang sia – sia dengan menghidupkan kembali budaya diskusi di awali dari kesadaran diri sendiri dengan mulai mengumpulkan sejumlah kelompok –kelompok kecil, missalnya teman dekat atau dengan teman sekelas untuk melakukan diskusi seminggu sekali atau menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Agar suasana diskusi kampus ini mulai hidup kembali karena bisa dikatakan sampai saat ini diskusi kampus sudah punah karena hampir tidak ditemui lagi kegiatan seperti itu.

Selamat mencoba . :D 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar